Jumat, 02 Juni 2017

3.Tahbisan Uskup, Imam, dan Diakon: satu atau tiga ?




3.      Tahbisan Uskup, Imam,  dan Diakon: satu atau tiga ? 





Di dalam gereja katolik, biasanya kita mendengar ada 3 macam jenjang tahbisan yaitu Tahbisan Uskup, Imam dan Diakon. Tahbisan uskup ( episkopat), dengan tahbisan uskup menerima kepenuhan sakramen imamat, yang disebut dengan imamat tertinggi atau keseluruhan pelayanan suci (LG 21) termasuk Paus sebagai uskup Roma. Yang kedua Tahbisan Imam atau (presbiterat), walaupun tidak menerima kepenuhan sakramen imamat dan dalam melaksanakan segala tugas, karya dan kuasa mereka tergantung dari para uskup, namun mereka sama-sama imam seperti para uskup, dan bedasarkan sakramen tahbisan mereka pun dikususkan untuk mewartakan injil dan mengembalakan umat beriman, dan untuk merayakan ibadat ilahi, sebagai imam sejati ( bdk LG 28). Yang ketiga adalah tahbisan daikon (diakonat) mereka juga ditumpangi tangan, namun bukan untuk imamat melainkan untuk pelayanan. (LG 29) Imam dan diakon ditabiskan oleh uskup mereka sendiri, dan mereka bertugas sebagai gembala umat setempat, walaupun uskup adalah pemimpin tertinggi di wilayah keuskupannya namun bukan berarti uskup ini berdiri sendiri, namun ia akan dibantu oleh anggota hirarki gereja termasuk imam dan daikon. Oleh karena itu baik uskup, imam dan diakon menerima tahbisan sebagai anggota hirarki atau pimpinan Gereja, maka dari segi persamaan mereka hanya menerima satu sakramen Tahbisan, dan bukan tiga

http://pendalamanimankatolik.com/tag/sakramen-tahbisan/ 









http://youtube.com/watch?v=Kpw941swvOw



2.pengertian Tahbisan



2.      PengertianTahbisanhttps://www.google.co.id/
 







Pada masa lampau, sakramen tahbisan itu disebut juga sakramen imamat tetapi dibatasi pada tugas ekaristi karena menurut anggapan ini, dengan menerima tahbisan seorang imam hanya membuat roti dan anggur menjadi Tubuh dan darah Kristus dan juga di dalam sakramen tobat dengan memberikan Absolusi atau pengampunan dosa. Namun dalam perjalanan waktu sesudah konsili Vatikan II pandangan ini berubah karena dengan sakramen Tahbisan seseoranng secara resmi di urapi sebagai pemimpin gereja yang bertugas untuk mengembalakan gereja dengan sabda dan rahmat Allah ( bdk LG 11). Dan bukan saja dalam sakramen ekaristi dan tobat tetapi dalam seluruh kehidupan dan kegiatan gereja.Sakramen dalam Agama Katolik.Editor Matheus Beny Mite



 http://youtube.com/watch?v=nV8QVAIqIG0 


1.Pengantar





SAKRAMEN TAHBISAN ( IMAMAT)



1.      Pengantar
Sakramen ekaristi merupakan pusat dan puncak seluruh kehidupan sakramental liturgis gereja, sakramen ekaristi ini dipimpin oleh imam yang telah ditabiskan, tanpa imam sebagai pemimpin di d alam perayaan ini maka perayaan ekaristi ini tidak diakui secara resmi oleh gereja. Pada masa lalu sakramen tahbisan lebih di kenal dengan sakramen imamat. Bukan imam yang membuat ekaristi, tetapi imamlah sang pemimpin umat yang membuat pertemuan itu menjadi resmi atau dengan kata lain bahwa dengan kehadiran imam maka perayaan ekaristi itu menjadi resmi gereja.

Iman Katolik.Penerbit Kanisius.1996